Keterangan Gambar : Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Sebanyak sekitar 500 pekerja di Kota Balikpapan tercatat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang 2026.
Pada saat yang sama, jumlah pengangguran yang terdata di Balikpapan masih sekitar 5.000 orang. Sementara penempatan tenaga kerja baru hingga saat ini baru mencapai sekitar 600 orang dari target tahunan 2.300 orang.
Kondisi tersebut mendorong Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan menyiapkan program pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk pekerja yang terkena PHK.
Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.
“Pelatihan yang dibutuhkan apa, silakan diusulkan. Kita bentuk kelompok, kemudian kita usulkan agar bisa masuk program pelatihan,” kata Adamin, Jumat (25/9/2026).
Menurut Adamin, jenis pelatihan tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah. Masyarakat dapat mengusulkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan maupun potensi usaha yang ingin dikembangkan.
Pengajuan pelatihan dilakukan secara berkelompok dengan jumlah minimal 16 orang.
“Jadi bukan pemerintah yang menentukan pelatihannya apa. Kalau masyarakat membutuhkan pelatihan tertentu, silakan dibentuk kelompoknya,” ujarnya.
Program pelatihan tersebut menyasar tiga kelompok, yakni pekerja yang terkena PHK, pekerja yang ingin meningkatkan produktivitas, serta masyarakat yang ingin bekerja atau mengembangkan usaha.
Sejumlah pelatihan yang dapat diusulkan antara lain digital marketing, tata boga, pembuatan kue, laundry, tata kecantikan dan potong rambut.
Khusus korban PHK yang memilih jalur usaha, Disnaker meminta peserta memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
“Kalau korban PHK ikut pelatihan untuk membuka usaha, tentu ada komitmen. Jangan setelah pelatihan selesai, usahanya tidak dikembangkan,” kata Adamin.
Ia menambahkan, pelatihan tidak dibatasi usia. Masyarakat yang memiliki kemauan untuk bekerja dan meningkatkan keterampilan tetap dapat mengikuti program tersebut sesuai ketentuan.
Adamin juga menegaskan pelatihan tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan sertifikat.
“Yang diberikan bukan sekadar sertifikat, tetapi sertifikasi kompetensi. Harapannya mereka benar-benar memiliki kemampuan profesional,” ujarnya.
Selain pelatihan, Disnaker Balikpapan juga berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui Job Fair.
Sekitar 2.087 lowongan pekerjaan disiapkan dalam Job Fair tersebut. Jumlah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan penempatan tenaga kerja hingga akhir 2026.
Disnaker juga membuka peluang bagi komunitas maupun kelompok profesi untuk mengusulkan pelatihan. Salah satunya pekerja media yang dapat mengusulkan pelatihan content creator apabila jumlah peserta memenuhi ketentuan.
Dengan program tersebut, Disnaker berharap masyarakat yang terkena PHK maupun pencari kerja memiliki alternatif untuk kembali memperoleh penghasilan, baik melalui pekerjaan maupun usaha mandiri. (dha/ADV Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar