Keterangan Gambar : Yantovita Ganjang saat menerima dan mengibarkan bendera petaka sebagai tanda resmi bahwa ia menakhodai LKK Balikpapan untuk empat tahun ke depan.
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN — Pengurus Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kota Balikpapan periode 2025–2029 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel New Benakutai, pada Sabtu (29/11/2025) malam.

Pelantikan yang digelar selepas salat Isya itu dipimpin langsung Ketua Umum LKK, Muhammad Husni Fahruddin. Dalam struktur baru tersebut, Yantovita Ganjang dikukuhkan sebagai Ketua MPW LKK Kota Balikpapan, didampingi Burhan sebagai Sekretaris MPW dan Ferdy Sinau sebagai Ketua Harian.
Acara tersebut turut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Adji Mohammad Arifin, serta perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, yaitu Kepala Kesbangpol Sutadi. Ratusan kader LKK dari Balikpapan maupun daerah lain di Kaltim juga memadati ruang pelantikan.
Perkuat Peran LKK di Era Pembangunan IKN
Usai dilantik, Yantovita Ganjang menyampaikan bahwa LKK Balikpapan saat ini memiliki 1.642 anggota yang tersebar dalam 123 ranting, 7 MPC, serta 3 organisasi sayap. Ia menegaskan, organisasi akan terus memperkuat perannya dalam pembangunan daerah, termasuk menyongsong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin masyarakat Kutai berperan lebih besar dalam pembangunan IKN, bukan hanya menjadi penonton. Adat dan budaya Kutai harus hadir dalam proses pembangunan tersebut, sehingga nilai-nilai Kutai diakomodasi secara nyata,” ujarnya.
Yantovita menambahkan, LKK akan terus menegaskan peran sosialnya, mulai dari kegiatan kemasyarakatan hingga penanggulangan bencana. Ia berharap kehadiran LKK dapat diterima masyarakat secara lebih luas.
“Kami berharap masyarakat bisa menerima kami sebagai ormas yang bekerja untuk masyarakat, termasuk di bidang sosial dan penanggulangan bencana. Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya.

Ajak Jaga Keragaman dan Kondusivitas Balikpapan
Sementara itu, Ketua Umum LKK, Muhammad Husni Fahruddin, menekankan pentingnya filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” dalam memaknai keberagaman Balikpapan. Menurutnya, LKK hadir sebagai wadah pemersatu di tengah masyarakat yang majemuk.
“LKK ingin menyampaikan bahwa tidak ada perbedaan. Kita semua adalah masyarakat Kutai. Bila filosofi itu dipegang, keberagaman akan menjadi satu kesatuan yang utuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai kota penyangga IKN, Balikpapan membutuhkan kondusivitas. Karena itu, LKK diimbau untuk tidak ragu merangkul seluruh elemen tanpa memandang perbedaan latar belakang suku.
“Selama kalian berada, bekerja, dan menjaga keamanan di Balikpapan — ikut membangun kota ini — maka kalian adalah masyarakat Kutai,” ucapnya.
Husni Fahruddin menilai LKK memiliki peran meredam potensi gesekan antarormas di Balikpapan. Ia menekankan bahwa masyarakat Kutai pada dasarnya menjunjung keamanan dan kedamaian.
“Begitu banyak ormas dan kemungkinan gesekan di Balikpapan ini. Kami berharap kehadiran LKK dapat meredakan itu. Kita adalah anak dari pemilik Kalimantan Timur, yaitu Sultan Kartanegara. Karena itu persoalan yang muncul akan kita bawa ke Kesultanan agar menjadi tenang, aman, dan damai,” katanya. (mto)
Tulis Komentar