Erau Kembali Dibidik Masuk KEN 2027, Dispar Kukar Siapkan Evaluasi Penyelenggaraan
KUTAI KARTANEGARA – Festival Erau kembali dipersiapkan untuk masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus kembali melewati proses kurasi setelah festival budaya tersebut berhasil menjadi bagian dari agenda pariwisata nasional pada 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan status sebagai bagian dari KEN tidak berlaku otomatis untuk penyelenggaraan tahun berikutnya. Setiap event tetap harus mengikuti tahapan seleksi dan memenuhi indikator yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Masuk KEN itu tidak otomatis setiap tahun. Jadi untuk 2027 kita harus mengikuti kurasi lagi, tidak bisa hanya mengandalkan hasil tahun sebelumnya,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Menurut Awang, proses kurasi tidak hanya mempertimbangkan kemeriahan acara maupun kekuatan atraksi budaya yang ditampilkan. Dampak penyelenggaraan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
“Yang dinilai bukan sekadar bagaimana acaranya berlangsung. Jumlah pengunjung, aktivitas UMKM, sampai perkembangan ekonomi kreatif juga diperhatikan,” jelasnya.
Untuk memperkuat pengajuan, Dispar Kukar akan memanfaatkan capaian penyelenggaraan Erau 2026. Berdasarkan laporan event organizer (EO), jumlah pengunjung pada pelaksanaan tahun ini mencapai sekitar empat kali lipat dari target awal sebanyak 40 ribu orang.
Capaian tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi sekaligus modal untuk menunjukkan daya tarik Erau kepada tim kurator KEN.
“Target awal kita 40 ribu pengunjung. Tetapi berdasarkan laporan EO, realisasinya sekitar empat kali dari target yang ditentukan,” ungkap Awang.
Selain jumlah kunjungan secara keseluruhan, terdapat catatan aktivitas pengunjung yang cukup tinggi ketika kegiatan berlangsung di Stadion Rondong Demang. Dalam satu malam penyelenggaraan, jumlah pengunjung dilaporkan mencapai sekitar 26 ribu orang dengan perputaran uang sekitar Rp1,2 miliar.
“Dalam satu malam di Stadion Rondong Demang saja pernah mencapai 26 ribu pengunjung. Perputaran uang yang dilaporkan juga sekitar Rp1,2 miliar,” katanya.
Awang menegaskan, seluruh capaian tersebut perlu didukung dokumentasi yang kuat agar dapat menjadi bukti dalam proses kurasi. Data kunjungan dan dampak ekonomi harus disusun secara terukur sehingga tidak hanya menjadi angka dalam laporan penyelenggaraan.
“Semua data itu harus kita siapkan dengan baik. Kita ingin menunjukkan bahwa Erau memang memberikan dampak terhadap pariwisata dan perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Apabila kembali terpilih, Erau berpeluang memperoleh dukungan dari Kementerian Pariwisata untuk memperkuat penyelenggaraan. Karena itu, Dispar Kukar akan mendorong persiapan yang lebih matang agar festival budaya kebanggaan daerah tersebut kembali mendapat tempat dalam agenda nasional. (Adv)
Tulis Komentar