Porosnusantaranews, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperketat pengawasan penyaluran Kartu Penajam Cerdas (KPC) agar tidak meleset dari target.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, turun langsung memelototi proses penyerahan dana stimulus pendidikan tersebut kepada para siswa di SMP Negeri 5 PPU pada Kamis, 5 November 2026.
Langkah turun ke lapangan ini sengaja diambil demi memastikan duit daerah tidak menguap ke tangan yang salah.
Bagi Abdul Waris, kesuksesan KPC tidak boleh hanya diukur dari penyerapan anggaran, melainkan dari dampak riil yang dirasakan oleh keluarga prasejahtera yang kelimpungan membiayai sekolah anak mereka.
"Program ini merupakan komitmen pemerintah daerah. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sekolah dan memotivasi siswa," kata Abdul Waris di sela-sela peninjauannya.
Pada tahun anggaran 2026, proyeksi perlindungan sosial sektor pendidikan di PPU ini bergerak dengan angka-angka krusial:
• Total Alokasi Anggaran: Menyedot dana segar hingga Rp 4,3 miliar yang bersumber langsung dari APBD.
• Target Sasaran: Menyisir 5.600 hingga 5.885 siswa tidak mampu di jenjang SD, SMP, hingga madrasah di seluruh penjuru bumi Benuo Taka.
• Nominal Stimulus: Setiap siswa penerima manfaat dijatah mengantongi dana tunai sebesar Rp 600 ribu.
Untuk memuluskan pencairan, Pemkab PPU menggandeng Bankaltimtara sebagai mitra penyalur.
Berkaca pada kerumitan penyaluran bantuan di masa lalu, Abdul Waris menginstruksikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga bersama pihak sekolah dan perbankan untuk memperkuat koordinasi.
Tujuannya satu: memangkas antrean birokrasi agar penyaluran berjalan tertib dan tepat saran.
Lewat injeksi dana miliaran rupiah ini, Pemkab PPU berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang terpaksa putus di tengah jalan karena urusan biaya seragam dan buku.
Investasi ini dinilai strategis untuk mencetak generasi lokal yang cerdas, unggul, dan berdaya saing di masa depan.(adv)
Tulis Komentar